Pemerintah Minta Masyarakat Waspadai Kasus Covid-19 Varian Baru
Terbaru

Pemerintah Minta Masyarakat Waspadai Kasus Covid-19 Varian Baru

Presiden Jokowi mengimbau Vaksinasi dosis ketiga (booster) ditingkatkan.

Fitri Novia Heriani
Bacaan 4 Menit
Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto: RES
Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto: RES

Libur lebaran Idul Fitri tahun 2022 sudah berlalu satu bulan. Berdasarkan laporan pemerintah, tidak terjadi lonjakan atau kenaikan kasus yang signifikan. Kasus di Indonesia secara keseluruhan masih cukup baik dan terkendali, apalagi jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya yang mulai mengalami kenaikan kasus cukup tinggi. Namun terdapat kenaikan kasus karena varian baru BA.4 and BA.5 di beberapa negara yang harus tetap diwaspadai. Meskipun kenaikan kasus ini tidak menimbulkan kenaikan pada tingkat hospitalisasi dan tingkat kematian.

“Per 11 Juni 2022, Kasus Konfirmasi Harian di Indonesia sebanyak 574 kasus, sedangkan di Australia sudah mencapai 16.393 kasus, India 8.582 kasus, Singapura 3.128 kasus, Thailand 2.474 kasus, dan Malaysia 1.709 kasus. Kasus Harian di Indonesia cukup baik dan terkendali, walaupun ada sedikit kenaikan di angka rata-rata minggu terakhir, namun masih jauh lebih baik dan lebih rendah dibanding negara lain,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Keterangan Pers Menteri terkait Rapat Terbatas Evaluasi PPKM, di Istana Negara Jakarta, Senin (13/06).

Airlangga menyebutkan bahwa angka Reproduksi Kasus Efektif (Rt) Indonesia stabil 1,00 (laju penularan terkendali), atau angkanya tetap (tidak berubah) sejak akhir Maret 2022. Rt per Pulau juga terkendali di bawah 1,00 kecuali Bali (1,01). Transmisi Covid-19 di Indonesia sejauh ini tetap terkendali, Rt untuk per Pulau atau wilayah di luar Jawa-Bali menunjukkan sangat baik (terkendali) yakni Maluku (0,98), Nusa Tenggara (0,99), Papua (0,99) Kalimantan (0,99), Sulawesi (0,99), dan Sumatera (1,00).

Baca Juga:

Dia juga menjelaskan bahwa per 12 Juni 2022, Kasus Aktif Nasional sebanyak 4.680 kasus, dengan komposisi Jawa-Bali sebanyak 4.106 kasus atau 87,7% dan luar Jawa-Bali sebesar 574 kasus atau 12,2%. Sedangkan Kasus Konfirmasi Harian sebanyak 551 kasus, di mana luar Jawa-Bali sangat rendah hanya 15 kasus atau sebesar 2,7% dari Kasus Harian Nasional.

Selama Mei 2022, Kasus Aktif mengalami penurunan kecuali di Jawa-Bali, Kalimantan, dan Sulawesi. Sementara itu, Tingkat Kesembuhan (RR) Nasional adalah 97,34%, dan Tingkat Kematian (CFR) Nasional adalah 2,58%. “Untuk kasus konfirmasi harian di luar Jawa-Bali masih cukup rendah (tanggal 12 Juni hanya 15 kasus), dan tidak terdapat tren kenaikan kasus,” terang Airlangga.

Sumber transmisi penularan Kasus Harian Nasional (per 12 Juni 2022) berasal dari kasus lokal sebanyak 526 kasus dan kasus dari luar negeri (PPLN) sebanyak 25 kasus. Positivity Rate masih dalam level aman (jauh di bawah 5%), dan per 11 Juni 2022 Positivity Rate Harian sebesar 1,31% dan sedangkan rata-rata mingguan 7DMA sebesar 1,09%.

Halaman Selanjutnya:
Tags:

Berita Terkait