Jumat, 05 June 2015

Dokumen Penting yang Wajib Diperhatikan Saat Berkendara

Dokumen Penting yang Wajib Diperhatikan Saat Berkendara

Pertanyaan

Saya berencana membawa mobil saya dari Jogjakarta ke Sulawesi Barat. Yang saya ingin tanyakan, perlukah saya membuat surat jalan dan adakah undang-undang yang mengatur hal tersebut? Terima kasih.

Ulasan Lengkap

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

 
Intisari:
 
 

Istilah “surat jalan” tidak dikenal dalam Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan dan Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan. Namun, terkait surat-surat kendaraan, jika kendaraan yang Anda kendarai merupakan kendaraan pribadi, bukan angkutan orang atau barang, Anda cukup melengkapinya dengan surat Izin Mengemudi dan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor ketika Anda bepergian dari Yogyakarta ke Sulawesi Barat.

 

Namun, jika kendaraan tersebut merupakan jenis kendaraan angkutan orang atau angkutan barang, maka Anda wajib melengkapinya dengan dokumen perizinan dan dokumen angkutan orang atau angkutan barang.

 

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 
 
 
Intisari:
 

Perlu Anda ketahui, berdasarkan penelusuran kami dalam Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan dan Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan (“PP 80/2012”), surat-surat yang dikenal terkait Pemeriksaan kendaraan bermotor antara lain yaitu (Pasal 3 PP 80/2012):

a.    Surat Izin Mengemudi ("SIM"), Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor ("STNK"), Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor, Tanda Nomor Kendaraan Bermotor, atau Tanda Coba Kendaraan Bermotor;

b.    tanda bukti lulus uji bagi kendaraan wajib uji;

c.    izin penyelenggaraan angkutan.

 

Istilah “surat jalan” tidak dikenal dalam PP 80/2012. Namun, terkait surat-surat kendaraan, kami menyarankan agar Anda memastikan bahwa perjalanan Anda dari Yogyakarta ke Sulawesi Barat ini dilengkapi dengan surat-surat di atas. Di samping itu, berdasarkan penelusuran kami dalam PP 80/2012, tidak ada surat khusus yang wajib Anda bawa/miliki terkait perjalanan Anda tersebut.

 

Berikut kami berikan informasi mengenai surat-surat di atas yang kami rangkum dari PP 80/2012:

Pemeriksaan SIM terdiri atas:

a.    kepemilikan;

b.    kesesuaian SIM dengan identitas pengemudi;

c.    kesesuaian golongan SIM dengan jenis kendaraan;

d.    masa berlaku; dan
e.    keaslian.
 

Pemeriksaan STNK atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor terdiri atas:

a.    kepemilikan;

b.    kesesuaian STNK atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor dengan identitas Kendaraan Bermotor;

c.    masa berlaku; dan
d.    keaslian.
 

Pemeriksaan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Tanda Coba Kendaraan Bermotor terdiri atas:

a.    spesifikasi teknis tanda nomor kendaraan;

b.    masa berlaku; dan
c.    keaslian.
 

Pemeriksaan tanda bukti lulus uji bagi kendaraan wajib uji meliputi:

a.    kepemilikan;

b.    kesesuaian tanda bukti lulus uji dengan identitas Kendaraan Bermotor;

c.    masa berlaku; dan
d.    keaslian.
 

Menjawab pertanyaan Anda, jika kendaraan yang Anda bawa tersebut adalah kendaraan pribadi Anda, Anda cukup melengkapi surat-surat SIM dan STNK. Namun, jika kendaraan Anda termasuk jenis angkutan orang atau angkutan barang, Anda wajib melengkapinya dengan dokumen perizinan dan dokumen angkutan orang atau angkutan barang sebagaimana disebut dalam Pasal 8 ayat (1) PP 80/2012.

 

Pemeriksaan atas dokumen perizinan meliputi [Pasal 8 ayat (2) PP 80/2012]

a.    dokumen perizinan penyelenggaraan angkutan dalam trayek;

b.    dokumen perizinan penyelenggaraan angkutan tidak dalam trayek; dan

c.    dokumen perizinan penyelenggaraan angkutan barang khusus dan alat berat.

 

Jika kendaraan yang Anda kendarai itu merupakan jenis kendaraan angkutan orang, izin itu meliputi [Pasal 8 ayat (3) PP 80/2012]:

a.    tiket penumpang umum;

b.    tanda pengenal bagasi; dan

c.    manifes.
 

Jika kendaraan yang Anda kendarai itu merupakan jenis kendaraan angkutan barang, surat yang wajib dimiliki yaitu [Pasal 8 ayat (4) PP 80/2012]:

a.    surat perjanjian pengangkutan; dan

b.    surat muatan barang.

 

Sebagai informasi tambahan untuk Anda, dalam praktiknya istilah surat jalan ini digunakan dalam dua hal:

1.    Dalam hal kendaraan masih baru dan belum ada STNK nya;

2.    Dalam hal kendaraan masih dalam proses perpanjangan pajak.

 

Dalam hal kendaraan masih baru dan belum ada STNK-nya, sebagaimana menurut informasi tanya jawab yang kami akses dari laman TMC Metro, kendaraan baru sebelum STNK keluar belum bisa dipergunakan di jalan raya. Sedangkan, untuk surat keterangan jalan sementara kendaraan baru yang berhak mengeluarkan adalah pihak Kasubdit Regiden Ditlantas Polda Metro Jaya, bukan Polsek atau yang lainya. Surat keterangan jalan sementara kendaraan baru didapatkan dengan mengajukan permohonan ke Kasubdit Regiden dengan koordinasi dengan pihak dealer untuk mendapatkan surat keterangan tersebut sebelum STNK Kendaran jadi.

 

Mengenai pengoperasian kendaraan baru yang belum ada STNK nya bisa Anda simak dalam artikel Hukum Mengendarai Sepeda Motor Baru Tanpa STNK dan Pelat Nomor.

 

Sedangkan, dalam hal kendaraan Anda memang masih dalam proses perpanjangan pajak, sebagaimana menurut artikel Begini Cara Mengurus Surat Jalan Kendaraan Bermotor yang kami akses dari laman Tribunnews Jogja, dijelaskan bahwa surat jalan biasanya dibutuhkan pemilik atau pengguna kendaraan bilamana kendaraan masih dalam proses perpanjangan pajak. Keberadaan surat jalan ini diperlukan untuk antisipasi jika kendaraan masih dipakai di lokasi yang ditinggali sekarang.

 

Untuk mengurus surat jalan, pemohon bisa melapor ke Unit Gakkum Ditlantas Polda setempat, dengan membawa :

a.    STNK asli dan fotokopinya,

b.    Identitas pemilik kendaraan (yang tertera dalam STNK) asli dan fotokopinya

 

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

 

Dasar hukum:

Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan dan Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan.

 
Referensi:

1.    http://www.tmcmetro.com/news/2011/11/surat-keterangan-jalan-sementara, diakses pada 5 Juni 2015 pukul 13.05 WIB.

2.    http://jogja.tribunnews.com/2014/08/13/begini-cara-mengurus-surat-jalan-kendaraan-bermotor, diakses pada 5 Juni 2015 pukul 13.11 WIB.

    

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Si Pokrol
Tri Jata Ayu Pramesti mendapatkan gelar sarjana hukum dari Universitas Indonesia pada 2011 dengan mengambil Program Kekhususan IV (Hukum tentang Kegiatan Ekonomi). 
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua