BisnisBisnis
Hubungan Induk Perusahaan dengan Anak Perusahaan

PERTANYAAN
Bagaimana syarat untuk membuat suatu holding company dan apa konsekuensinya?
Pro

Pusat Data
Koleksi peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan yang sistematis serta terintegrasi
Solusi
Wawasan Hukum
Klinik
Tanya jawab gratis tentang berbagai isu hukum
Berita
Informasi dan berita terkini seputar perkembangan hukum di Indonesia
Jurnal
Koleksi artikel dan jurnal hukum yang kredibel untuk referensi penelitian Anda
Event
Informasi mengenai seminar, diskusi, dan pelatihan tentang berbagai isu hukum terkini
Klinik
Berita
Login
Pro
Layanan premium berupa analisis hukum dwibahasa, pusat data peraturan dan putusan pengadilan, serta artikel premium.
Solusi
Solusi kebutuhan dan permasalahan hukum Anda melalui pemanfaatan teknologi.
Wawasan Hukum
Layanan edukasi dan informasi hukum tepercaya sesuai dengan perkembangan hukum di Indonesia.
Catalog Product
Ada Pertanyaan? Hubungi Kami



Bagaimana syarat untuk membuat suatu holding company dan apa konsekuensinya?
Terima kasih atas pertanyaan Anda.
Artikel di bawah ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul Holding Company, Fungsi dan Pengaturannya yang dibuat oleh Letezia Tobing, S.H., M.Kn. dan pertama kali dipublikasikan pada Rabu, 10 April 2013.
Seluruh informasi hukum yang ada di Klinik hukumonline.com disiapkan semata – mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum (lihat Pernyataan Penyangkalan selengkapnya). Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Konsultan Mitra Justika.
Di Indonesia tidak ada pengaturan secara khusus yang membahas tentang holding company (perusahaan induk). Dhaniswara K. Harjono dalam bukunya berjudul Monograf Kedudukan Hukum Perusahaan Induk (Holding Company) menyebutkan holding company merupakan salah satu bentuk yang timbul atas adanya perkembangan dari perseroan terbatas yang ada di Indonesia. Pada dasarnya hukum perusahaan di indonesia belum mengatur secara yuridis mengenai holding company itu sendiri (hal. 31).
Dalam praktiknya, pendirian holding company pada dasarnya tunduk pada UU PT. Selengkapnya mengenai ketentuan pendirian PT dapat Anda simak dalam Pasal 7 s.d. Pasal 14 UU PT. Selain itu, syarat pendirian PT juga dapat Anda baca dalam Permenkumham 21/2021.
Adapun hubungan antara holding company (perusahaan induk) dengan subsidiary company (anak perusahaan) mencakup prinsip separate entity (entitas yang terpisah) serta limited liability (tanggung jawab terbatas). Hal ini diatur dalam Pasal 3 UU PT, yang menyebutkan:
Sehingga meskipun ada prinsip separate entity dan limited liability, ada pengecualian prinsip tersebut sebagaimana disebutkan dalam Pasal 3 ayat (2) UU PT (piercing the corporate veil) di atas.
M. Yahya Harahap dalam bukunya yang berjudul Hukum Perseroan Terbatas (hal. 82) menjelaskan lebih lanjut perihal hubungan antara induk perusahaan dengan anak perusahaan sebagai berikut:
Selain itu, Dhaniswara masih dalam bukunya yang sama menyebutkan prinsip limited liability induk perusahaan sebagai pemegang saham anak perusahaan adalah berkaitan dengan pemegang saham tidak bertanggung jawab atas kerugian PT melebihi saham yang dimilikinya. Namun prinsip tanggung jawab tersebut akan hapus, dan induk perusahaan akan bertanggung jawab terhadap permasalahan hukum anak perusahaan jika (hal. 43-44):
Sehingga, meski ada prinsip separate entity dan limited liability, masih terdapat konsekuensi yang dapat dikenakan pada holding company jika melakukan hal-hal yang dapat mengecualikan pertanggungjawaban terbatas.
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.
Dasar Hukum:
Referensi: