Kamis, 10 September 2020

Semula Kawin Beda Agama, Lalu Kini Beragama yang Sama

Semula Kawin Beda Agama, Lalu Kini Beragama yang Sama

Pertanyaan

Ada sepasang suami istri yang telah menikah melalui kantor catatan sipil karena berbeda agama, di mana suaminya beragama non-Muslim dan istrinya Muslim. Setelah pernikahan tersebut, si suami akhirnya memeluk agama Islam, sehingga sekarang suami istri tersebut sama-sama Muslim, dan mereka ingin mengubah perkawinan sebelumnya yang melalui catatan sipil menjadi perkawinan secara Islam yang tercatat di KUA. Bagaimanakah caranya untuk mengubah perkawinan tersebut?

Intisari Jawaban

Pencatatan perkawinan dilakukan oleh pegawai pencatat nikah Kantor Urusan Agama (“KUA”) atau kantor catatan sipil. Masing-masing memiliki kewenangan mencatat yang didasarkan pada agama calon suami istri.
 
Perkawinan beda agama yang telah mendapat penetapan dari pengadilan negeri, maka pencatatannya dilakukan oleh pegawai catatan sipil.
 
Namun, bagaimana jika suami atau istri kini sudah pindah agama, sehingga pasangan tersebut sama-sama beragama Islam? Haruskah melakukan dan mencatatkan perkawinan kembali di KUA?
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua