Pesan Presiden ICCA untuk Fresh Graduate Sukses Berkarier Profesi Hukum
Terbaru

Pesan Presiden ICCA untuk Fresh Graduate Sukses Berkarier Profesi Hukum

Agar tidak kompromi terhadap etik praktisi hukum. Menjalani profesi hukum yang berintegritas maka profesional hukum akan memiliki keunggulan tersendiri.

Mochamad Januar Rizki
Bacaan 2 Menit
Presiden Indonesia Corporate Counsel Association, Seradesy Sumardi saat menjadi narasumber dalam acara ”Pelatihan Bimbingan Kerja untuk Fresh Graduate Hukum yang diselenggarakan di Jakarta pada Rabu (14/8/2024). Foto: RES
Presiden Indonesia Corporate Counsel Association, Seradesy Sumardi saat menjadi narasumber dalam acara ”Pelatihan Bimbingan Kerja untuk Fresh Graduate Hukum yang diselenggarakan di Jakarta pada Rabu (14/8/2024). Foto: RES

Profesi bidang hukum mengalami perkembangan seiring dinamika dunia bisnis saat ini. Terdapat berbagai pilihan profesi bagi lulusan baru sarjana hukum mulai dari lawyer, jaksa, hakim hingga legal korporasi. Kebutuhan dunia bisnis terhadap profesi hukum juga terus mengalami perkembangan. Terdapat berbagai posisi yang tersedia bagi sarjana hukum seperti. In house counsel, corporate secretary atau sekretaris perusahaan hingga data protection officer (DPO).

Presiden Indonesia Corporate Counsel Association, Seradesy Sumardi menyampaikan di antara pilihan profesi di bidang hukum, penting bagi para fresh graduate mempersiapkan diri untuk membekali kemampuan sesuai dengan minat masing-masing. Dia menekankan setidaknya fresh graduate harus membekali kemampuan teknis (hard skill) dan non-teknis (soft skill) saat bekerja sebagai profesional hukum.

Menurutnya, hal paling penting yang harus dimiliki profesional hukum yaitu menjunjung tinggi integritas dan etika. Berdasarkan pengalamannya berkarir 20 tahun lebih di dunia hukum, terdapat berbagai risiko pelanggaran hukum yang dilakukan profesional hukum seperti suap hingga manipulasi data.

Don’t compromise terhadap etik praktisi hukum,” ujar Seradesy saat menjadi narasumber dalam acara ”Pelatihan Bimbingan Kerja untuk Fresh Graduate Hukum yang diselenggarakan di Jakarta pada Rabu (14/8/2024).

Baca juga:

Hukumonline.com

Seradesy Sumardi saat memberikan materi. Foto: RES

Dia menjelaskan, dalam menjalankan profesi hukum yang berintegritas maka profesional hukum akan memiliki keunggulan tersendiri. Pasalnya dengan bertindak berpegang pada integritas menjadi sangat penting untuk membangun dan menjaga kepercayaan serta  hubungan baik dengan pihak manapun.

Selain itu, para lulusan baru sarjana hukum harus membekali dengan beberapa kemampuan teknis dasar. Seperti, penyusunan draf dan penulisan kontrak, riset dan analisis hukum, advokasi dan berpengadilan. Tak kalah penting, terdapat kemampuan non-teknis yang juga harus dikuasai. Seperti sifat kepemimpinan, komunikasi, membangun jaringan hingga siap melayani kebutuhan klien.

Perempuan berhijab yang juga menjabat Chief Legal Counsel & DPO L’Oréal Indonesia itu  menuturkan, pada profesi in house counsel juga harus memiliki kemampuan memahami finansial bisnis, mitigasi risiko hingga rantai pasok. Lebih lanjut, dia menyampaikan in house counsel adalah karyawan yang bekerja sebagai pengacara untuk korporasi.

Hukumonline.com

Seradesy Sumardi saat berfoto bersama dengan peserta. Foto: RES

In house counsel ini juga termasuk dalam bagian karyawan perusahaan. Sehingga, fungsi utamanya yaitu memajukan kebutuhan bisnis. Namun, in house counsel juga bertindak dalam kapasitas profesional sebagai pengacara, dengan demikian tunduk pada aturan dan peraturan yang mengatur praktik hukum.

Untuk menjadi in house counsel, dibutuhkan pengetahuan yang luas dan tanggung jawab terhadap keseluruhan berbagai bidang seperti perusahaan, litigasi, pekerjaan, properti, hukum komersial dan bisnis. In house counsel berperan membangun kredibilitas dalam perusahaan serta menjadi penasehat hukum yang dapat dipercaya dan rekan kerja yang berharga.

Desy menambahkan langkah yang harus dilakukan untuk menjalankan peran tersebut, in house counsel harus menentukan dan mencapai harapan yang diminta klien internal. Dan, menggunakan strategi komunikasi yang efektif. Agar pendapatnya dapat diterima pembuat kebijakan, penting bagi in house counsel berkomunikasi dengan menggunakan istilah yang mudah dimengerti.

Tags:

Berita Terkait