Pemerintah Ingin Fokus Berantas Kemiskinan
Berita

Pemerintah Ingin Fokus Berantas Kemiskinan

Sebanyak 1,4 juta pelajar akan mendapat beasiswa.

FNH
Bacaan 2 Menit
Pemerintah Ingin Fokus Berantas Kemiskinan
Hukumonline

Menteri Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), Armida Alisjahbana mengatakan pemerintah akan fokus pada pengentasan kemiskinan dalam program kerja pada tahun 2014. Keputusan ini diambil guna memenuhi komitmen pemerintah untuk mengurangi jumlah kemiskinan pada 2014.

"Rapat koordinasi kali ini guna membahas Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan pagu indikatif 2014. Intinya kita ingin mengejar target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang di dalamnya termasuk soal kemiskinan," kata Armida saat ditemui di Kantor Bappenas Jakarta, Senin (08/4) kemarin.

Guna mencapai target penuntasan kemiskinan, Armida mengatakan pemerintah tidak terlalu memprioritaskan target pertumbuhan ekonomi. Artinya, kebijakan yang nanti akan dikeluarkan oleh pemerintah pada 2014 akan condong kepada penuntasan kemiskinan. Sesuai RPJMN, penuntasan kemiskinan ditargetkan sebesar 10 persen.

Hal senada juga diungkapkan oleh Menteri Keuangan, Agus Martowardojo. Agus mengatakan rencana pemerintah untuk pertumbuhan ekonomi 2014 yang ditargetkan sebesar 7 persen tidak mungkin tercapai. Selain fokus kepada soal kemiskinan, pertumbuhan ekonomi global yang diperkirakan hanya sebesar 4,8 persen cukup berat untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 7 persen. "Target 7 persen itu terlalu tinggi. Jadi untuk pertumbuhan ekonomi 2014 itu kita targetkan 6,3-6,8 persen," kata Agus.

Adapun rencana pagu indikatif 2014 unntuk perkuatan program penanggulangan kemiskinan diperkirakan Rp47.265 miliar. Pendanaan tersebut rencananya akan dialokasikan untuk program beras miskin (raskin) sebesar Rp23.100 miliar melalui peningkatan kegiatan alokasi beras menjadi 20 kilogram/keluarga/RT/Bulan dengan tetap membayar Rp1.600.

Sebanyak Rp9.240 miliar akan dialokasikan kepada program beasiswa siswa miskn (BSM) dengan cakupan BSM sebanyak 15,4 juta siswa (29 persen dari jumlah siswa), mendekati angka 25 persen rumah tangga miskin Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) sebanyak 15,5 juta siswa (29,1 persen dari jumlah siswa). Selain itu, pemerintah juga akan memperkuat kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) sebesar Rp14.925 miliar.

Armida menjelaskan, dana PNPM tersebut akan digunakan melalui kegiatan pengalokasian tetap seperti tahun 2013 dengan meliputi seluruh kecamatan. Porsi ekonomi produktif ditingkatkan dengan pendampingan dan pengawasan yang lebih baik kepada 273 Kecamatan. "Selain itu juga ada Program Keluarga Harapan (PKH)," ungkapnya.

Sementara itu untuk mendukung penuntasan kemiskinan, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Helmi Faishal Zaini mengungkapkan beberapa masalah yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah terutama ke daerah terpencil dan tertinggal. Pasalnya, angka kemiskinan pada daerah tersebut cukup tinggi karena kurangnya infrastruktur untuk melayani kepentingan umum terutama Rumah Sakit (RS).

Beberapa masalah yang dimaksud oleh Helmi antara lain rendahnya ketersediaan infrastruktur ekonomi dan sosial dasar, kurangnya tenaga pendidikan dan kesehatan, serta anggaran Kementerian/Lembaga (KL) yang masih belum mencukupi terhadap kebutuhan percepatan pencapaian sasaran Pembangunan Nasional (PN) 10.

Yang lebih penting lagi, lanjutnya, masalah juga terletak pada peraturan perundangan dan kebijakan yang membatasi kewenangan K/L dalam melakukan intervensi ke daerah tertinggal. Contohnya, klasifikasi jalan dan irigasi yang pemanfaatan lahan di daerah sebagian besar kawasan konservasi serta klasifikasi dermaga atau pelabuhan.

UU No. 13 Tahun 2011tentang Fakir Miskin menyebutkan upaya penanganan fakir miskin di wilayah tertinggal/terpencil dilakukan melalui berbagai cara. Antara lain mengembangkan ekonomi lokal bertumpu pada pemanfaatan sumber daya alam, budaya, adat istiadat dan kearifan lokal; penyediaan sumber mata pencaharian di bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan lain-lain.

Tags:

Berita Terkait