Hotman Paris Ancam Pidanakan YKCI
Berita

Hotman Paris Ancam Pidanakan YKCI

YKCI bantah tudingan soal menaikkan tarif royalti secara sepihak.

HRS
Bacaan 2 Menit

Pemilik PT Vizta Pratama, Inul Daratista turut menimpali. Ia mengatakan telah menahan diri untuk tidak menanggapi tudingan-tudingan yang dilontarkan YKCI. Inul merasa telah beriktikad baik untuk tetap bekerjasama dengan YKCI. Caranya, tetap memperhatikan nasib para pencipta lagu lama. Jika Inul memutuskan untuk menghapus lagu-lagu yang dikuasakan ke YKCI, yang dirugikan dalam hal ini adalah pencipta lagu lama.

"Kalau tarifnya kurang, ya buat kesepakatan. Kalau tidak tercapai kesepakatan, ya delete lagu-lagu KCI dari sistem," tutur Inul kepada wartawan dalam kesempatan yang sama.

Lagi pula, Inul mengatakan lagu-lagu lama yang dinyanyikan para konsumen hanya sebanyak 1-5 persen. Angka yang tidak signifikan jika dihapus dari sistem. Selain sedikit dinyanyikan, lagu-lagu dari YKCI juga sedikit yang tersimpan di pemutar lagu Inul Vizta. Namun, Inul tidak tahu berapa persis lagu-lagu tersebut yang ada di database lagu.  "Intinya, Inul akan melawan KCI dalam forum-forum pengadilan," timpal Hotman.

Terpisah, menanggapi pernyataan Inul untuk saling bersepakat, kuasa hukum YKCI Arjo Pranoto mengatakan tetap bersikukuh menempuh jalur pengadilan. Sebelum menempuh jalur pengadilan, Inul Vizta Karaoke bergeming. "Kemarin-kemarin kemana? Biar saja hakim yang putuskan perkara ini," ucap Arjo ketika dihubungi hukumonline, Senin (1/4).

Terkait kenaikan royalti, Arjo menolak dikatakan YKCI menaikkan harga royalti. Arjo mengatakan harga royalti tidaklah meningkat, tetapi YKCI hanya menghapus potongan-potongan harga yang selama ini berlaku. Sebelumnya, angka Rp3,5 juta itu merupakan potongan harga sebanyak 40 persen dari Rp720 ribu per outlet. Lebih lagi, royalti yang ditetapkan YKCI adalah harga terendah di dunia.

Menanggapi pernyataan Hotman agar para pencipta lagu hengkang dari YKCI, Arjo mengatakan tindakan tersebut adalah provokasi yang tidak benar. Jika para pencipta lagu hengkang, siapa yang akan memungut royalti mereka. "Itu provokasi yang tidak benar. Terus, apa orang per orang yang akan memungut royalti ke pengusaha," tandas Arjo.

Tags:

Berita Terkait