BKPM-BNI Kerjasama Promosi Penanaman Modal
Berita

BKPM-BNI Kerjasama Promosi Penanaman Modal

Termasuk membantu investor asing dalam mengurusi perizinan.

FAT
Bacaan 2 Menit
Badan Koordinasi Penanaman Modal
Badan Koordinasi Penanaman Modal

PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk bekerjasama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk mempromosikan penanaman modal di Indonesia. Kerjasama ini ditandai dengan adanya penandatangan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara kedua belah pihak.

Kepala BKPM M Chatib Basri mengatakan, tujuan kerjasama ini guna mendorong realisasi investasi dari para pengusaha asal Jepang yang berniat menanamkan modal di Indonesia. Ia berharap baik BKPM dan BNI dapat menjadi fasilitator untuk melayani investor asal Jepang yang ingin merelokasi usahanya ke Indonesia.

Menurut Chatib, BKPM maupun BNI sepakat untuk bekerjasama dalam hal mempromosikan pemanfaatan produk dan layanan jasa perbankan terkait dengan penanaman modal asing. “Untuk tahap awal ini, kerjasama masih dalam lingkup promosi penanaman modal yang berasal dari Jepang ke Indonesia ataupun sebaliknya,” katanya, Selasa (2/4).

MoU ini, lanjut Chatib, memberikan sejumlah manfaat. Misalnya, terdapatnya kemudahan jalur informasi mengenai investasi yang sedang berkembang di Indonesia. Selain itu, dapat meningkatkan kemudahan bagi investor Jepang yang ingin berinvestasi di Indonesia dan sebaliknya.

Namun, Chatib mengingatkan para asing yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia minimal harus memiliki tanah untuk membangun kantor seluas 2000 meter persegi.

Ia yakin dengan adanya MoU ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. "MoU antara BNI dan BKPM dapat menjadi strategic alliance yang dapat memudahkan pengusaha Jepang untuk merealisasikan relokasi usahanya ke Indonesia. Dengan relokasi itu, upaya pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja baru akan terbantu," kata Chatib.

Dia menjelaskan, dipilihnya BNI sebagai rekan kerjasama lantaran bank yang berlogo 46 itu dinilai BKPM memiliki jaringan dan klien yang luas. Selain itu, BNI juga memiliki kantor perwakilan di Jepang.

Soal pilihan negara Jepang, Chatib mengatakan banyak pengusaha asal negeri Sakura itu yang berniat merelokasikan industrinya ke Indonesia, salah satunya adalah Kansai Group Osaka. Menurut dia, para taipan asal Jepang itu sangat tertarik dengan Indonesia yang memiliki jumlah penduduk besar dan perkembangan investasi selalu tumbuh. Dia menargetkan investasi yang masuk ke Indonesia untuk tahun 2013 mencapai Rp390 triliun.

"Investasi Jepang ke Indonesia sebesar AS$2,5 juta, menempati urutan kedua setelah Singapura," katanya.

Chatib mengatakan, kerjasama ini bukan hanya terkait dengan potensi investasi apa yang bagus di Indonesia, tapi juga membantu para pengusaha tersebut dalam hal perizinan. "Kita akan bantu dalam perizinan, kita juga bicarakan mengenai lokasi tanah sering menjadi permasalahan," katanya.

Dirut BNI Gatot M Soewondo menyambut baik kerjasama ini. Menurutnya, potensi investasi dari pengusaha asal Jepang ke Indonesia sangatlah besar. Atas dasar itu, pemanfaatan cabang-cabang BNI di luar negeri penting dilakukan. Ada tiga hal tugas cabang BNI di luar negeri terkait dengan kerjasama ini.

Pertama, mendorong terjadinya trade finance oleh nasabah BNI baik di dalam maupun luar negeri. Kedua, diharapkan terjadinya remittance (pembayaran) yang bertujuan memperbaiki infrastruktur di Indonesia. Dan terakhir, menjadikan BNI sebagai jembatan untuk memperkenalkan Indonesia ke negara lain.

"Jadi kita ingin memperkenalkan Indonesia ke dunia," pungkasnya.

Tags:

Berita Terkait