5 Kendala yang Dikeluhkan Investor, Salah satunya Soal Regulasi
Berita

5 Kendala yang Dikeluhkan Investor, Salah satunya Soal Regulasi

Perlu perbaikan secara menyeluruh dalam ekosistem investasi, mulai dari regulasi, perizinan, insentif perpajakan, pertanahan, sampai di bidang ketenagakerjaan dan juga bidang keamanan.

M. Agus Yozami
Bacaan 2 Menit

 

“Itu semua memakan waktu, memakan tenaga yang tidak produktif dan akan semakin sibuknya kita semua mengurus izin, terus mengecek izin. Mohon maaf, sering kali izin juga dijadikan gimmick atau objek transaksional, ya kan, untuk pungli atau oleh aparat penegak hukum bisa dijadikan subjek pemerasan. Dan ini semua kegiatan-kegiatan yang tidak produktif,” ungkap Thomas.

 

(Baca: Reformasi Perizinan Hingga Pangkas Tarif Demi Kemudahan Berusaha)

 

Menurut Kepala BKPM itu, dirinya sudah mendapat izin dari Presiden untuk menegur atau marah kepada para menteri yang membuat terlampau banyak peraturan yang tidak produktif itu. “Jadi saya kira dalam beberapa minggu ini saya akan angkat suara, angkat bicara mengenai hal-hal yang sebetulnya sangat konyol. Aturan-aturan, syarat-syarat yang sangat memberatkan kita semua,” pungkas Thomas.

 

Lebih Cepat Lagi

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, meskipun dalam lima tahun ini sudah ada peningkatan yang baik terhadap Ease of Doing Business (EoDB), peringkat daya saing investasi juga naik. Demikian juga dalam penyederhanaan perizinan melalui Online Single Submission (OSS). Namun, Presiden menilai itu belum cukup.

 

“Faktanya itu belum cukup, tidak cukup. Saya kira kita harus bisa lebih cepat lagi. Karena negara-negara pesaing kita, kompetitor-kompetitor kita berlomba-lomba berbenah dengan tawaran yang lebih menarik investasi,” kata Presiden Jokowi.

 

Bahkan sampai saat ini, lanjut Presiden, dirinya masih sering menerima keluhan para investor yang menghadapi kendala-kendala karena regulasi, perizinan investasi yang prosedural, terlalu banyak aturan, terlalu banyak undang-undangnya, dan berbelit-belit.

 

“Bukan hanya sulit diprediksi tetapi juga terlalu banyak diskresi-diskresi yang dilakukan kementerian, sehingga selalu berubah-ubah,” ujar Jokowi.

 

Presiden mengingatkan bahwa situasi yang investor hadapi akan memberikan citra yang negatif, promosi yang tidak baik, dan promosi yang buruk.  Pasalnya, bila dibandingkan dengan tawaran yang diberikan negara lain, perizinan betul-betul jauh lebih cepat, jauh lebih sederhana dan juga memberikan insentif-insentif yang lebih menarik.

Tags:

Berita Terkait