Jumat, 11 Mei 2018
Firma Hukum Ternama Butuh Lulusan Terbaik Fakultas Hukum
Banyak aplikasi diajukan. Tapi tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas yang dibutuhkan.
Moh. Dani Pratama Huzaini
0
Firma Hukum Ternama Butuh Lulusan Terbaik Fakultas Hukum
Hukumonline bersama Youth Manual meluncurkan hasil survei Kampus Hukum Terfavorit 2018 versi 34 Firma Hukum ternama di Indonesia yang didukung oleh firma hukum Assegaf Hamzah & Partners (AHP). Foto: RES

Hukumonline bersama Youth Manual menggelar peluncuran hasil survei Kampus Hukum Terfavorit 2018. Peluncuran hasil survei ini dilaksanakan di kantor hukum Assegaf Hamzah Partner (AHP) di Jakarta, Rabu (09/5). Survei yang melibatkan sebanyak 34 responden dari firma hukum ternama di Indonesia ini menghasilkan 5 Fakultas hukum Terfavorit Tahun 2018 versi hukumonline dan Youth Manual.

 

Turut hadir dalam acara peluncuran hasil survei tersebut perwakilan dari sejumlah fakultas hukum yang masuk jajaran terfavorit menurut firma hukum, antara lain Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan UnivesitasTrisakti Jakarta.

 

Managing Partner Assegaf Hamzah Partner (AHP), Bono Daru Adji dalam sambutan pembukanya menyebutkan survei yang dilakukan Hukumonline dan Youth Manual ini sangat penting bagi Firma Hukum sebagai salah satu pengguna tenaga lulusan fakultas hukum di Indonesia.

 

“Survei ini kami rasa sangat penting buat kami sebagai penggguna dan juga lebih penting lagi untuk Universitas yang ada fakultas hukumnya karena ini merupakan data yang sangat baik untuk digunakan penyerapan tenaga kerja di law firm di mana salah satu keinginan dari lulusan fakultas hukum adalah bekerja di industri hukum law firm itu sendiri,” ujarnya.

 

(Baca juga: Begini Kualitas yang Dicari Firma Hukum Besar dari Lulusan Fakultas Hukum)

 

Ia berterima kasih kepada Hukumonline dan Youth Manual yang telah menyelenggarakan survei ini. Menurut Bono Daru, survei ini sangat relevan dengan situasi yang dihadapi  firma hukum saat ini untuk menyerap sumber daya manusia lulusan terbaik fakultas hukum dari kampus-kampus ternama. “Kami menerima banyak aplikasi. (Tapi) Itu tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas yang kami peroleh,” jelasnya.

 

Salah satu contohnya, pada tahun 2017, firma hukum AHP menerima 1.200 aplikasi (lamaran). Bono menjelaskan, keragaman kualitas lulusan fakultas hukum. Artinya, bisa jadi lulusan dari tiap universitas mempunyai kualitas yang berbeda. Bila lulusan fakultas hukum dari satu kampus saja beragam kualitasnya, apalagi dari fakultas hukum berbeda. “Jelas, fakultas hukum dari universitas yang berbeda juga memberikan kualitas yang berbeda-beda,” ujarnya.

 

Rizky Muhammad, CEO Youth Manual, menuturkan bahwa survei ini dilakukan bersama hukumonline selama satu bulan. Latar belakang survei ini adalah banyaknya peminat program studi hukum d Indonesia. Dari 10 Perguruan Tinggi Negeri yang menjadi sampel saja, terdapat sebanyak 37.600 orang mahasiswa fakultas hukum di tahun 2017. Fakta lainnya ternyata, daya tampung dari PTN tersebut hanya 1.504.

 

Sebagai tolak ukur yang lain, Direktur Konten dan Pemberitaan Hukumonline, Amrie Hakim menyebutkan, pada tahun 2017 Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) melaksanakan dua kali ujian advokat. Jumlah pesertanya sebanyak 9.718 orang. “Dari jumlah ini saja kita bisa tahu seberapa besar minat lulusan fakultas hukum untuk terjun ke dunia advokat,” ujar Amrie.

 

(Baca juga: Kampus Hukum Baru Juga Bisa Hasilkan Lawyer Berkualitas)

 

Rizky Muhammad menambahkan program studi hukum dilihat dari minat lulusan SMA, berada di urutan ke-12 dari 301 program studi yang ada di Indonesia. Sedangkan profesi advokat menempati posisi ke-17 yang diminati siswa SMA sederajat dan mahasiswa. Peringkat ini dari total 521 profesi yang tersedia di database Youth Manual. “Angka ini kita dapatkan dari kurang lebih 475.000 pengguna platform Youth Manual saat ini,” terang Rizky.

 

Data ini, lanjut Rizky, menunjukkan animo yang cukup besar untuk menggeluti dunia hukum, khususnya bekerja di law firm. Namun ada disparitas antara jumlah kelulusan fakultas hukum dengan kebutuhan firma hukum terhadap sumber daya manusia yang mumpuni. “Masih kesulitan mendapatkan advokat andal,” pungkasnya.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.